April 13, 2012

Perkembangan Teori Manajemen



Teori Manajemen Klasik
   Sebelum sejarah yang disebut zman manajemen ilmiah muncul, telah terjadi teori revolusi industri pada abad ke-19, yang menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan suatu pendekatan manajemen yang sistematik. Pembahasan perkembangan teori-teori dan prinsip manajemen selanjutnya akan dilakukan dengan menguraikan para tokoh dan gagasan-gagasan mereka.
Perkembangan awal teori manajemen
Ada dua tokoh manajemen, yang mengawali munculnya manajemen ilmiah, yang akan dibahas disini, yaitu Robert owen dan Charles Babbage.
Robert Owen (1771-1858). Pada permulaan tahun 1800 an Robert owen, seorang manajer beberapa pabrik pemintalan kapas di New Lanark skotlandia, menekankan pentingnya unsur manusia dalam produksi. Dia membuat perbaikan-perbaikan dalam kondisi kerja, seperti pengurangan hari kerja standar, pembatasan anak-anak dibawah umur yang bekerja, membangun perumahan yang lebih baik bagi karyawan dan mengoperasikan toko perusahaan yang menjual barang-barang dengan murah. Dia mengemukakan bahwa melalui perbaikan kondisi karyawanlah yang akan menaikkan produksi dan keuntungan (laba), dan investasi yang paling menguntungkan adalah pada karyawan atau “Vital machines”. Disamping itu Owen mengembangkan sejumlah prosedur kerja yang juga memungkinkan peningkatan produktivitas.
Charles Babbage (1792-1871). Charles babbage, seorang professor matematika dari inggris, mencurahkan banyak waktunya untuk membuat operasi-operasi pabrik menjadi lebih efisien. Dia percaya bahwa aplikasi prinsip-prinsip ilmiah pada proses kerja akan meningkatkan produktivitas dan menurunkan biaya. Babbage adalah penganjur pertama prinsip pembagian kerja melalui spesialisasi. Setiap tenaga kerja pabrik harus diberi ketrampilan yang sesuai dengan setiap operasi pabrik. Lini perakitan modern yang banyak dijumpai sekarang, dimana setiap karyawan bertanggung jawab atas pekerjaan tertentu yang berulang, didasarkan pada gagasan Babbage.


Manajemen Ilmiah
     Aliran manajemen ilmiah (scientific management) ditandai kontribusi-kontribusi dari Frederick W. Taylor, Frank dan Lillian Gilbreth, Henry L. Gantt, dan Harrington Emerson, yang akan diuraikan satu-persatu.
Frederick W. Taylor (1856-1915). Manajemen ilmiah mula-mula dikembangkan oleh Frederick Winslow Taylor sekitar tahun 1900-an. Karena karyanya tersebut, Taylor disebut sebagai “Bapak Manajemen Ilmiah”. Taylor menuangkan gagasan-gagasannya dalam tiga judul makalah, yaitu Shop management, The Principle of scientific Management, dan Testimony Before the Special House Committee, yang dirangkum dalam sebuah buku yang berjudul Scientific Management. Taylor telah memberikan prinsip-prinsip dasar (filsafat) penerapan pendekatan ilmiah pada manajemen, dan mengembangkan sejumlah teknik-tekniknya untuk mencapai efisiensi. Empat prinsip dasar tersebut adalah :
1.      Pengembangan metoda-metoda ilmiah dalam manajemen, agar, sebagai contoh, metoda yang paling baik untuk pelaksanaan setiap pekerjaan yang dapat ditentukan.
2.      Seleksi Ilmiah untuk karyawan, agar setiap karyawan dapat diberikan tanggung jawab atas sesuatu tugas sesuai dengan kemampuannya.
3.      Pendidikan dan pengembangan ilmiah para karyawan.
4.      Kerjasama yang baik antara manajemen dan tenaga kerja.
Sedangkan mekanisme dan teknik-teknik yang dikembangkan  Taylor untuk menerapkan prinsip-prinsip dasar di atas, antara lain : studi gerak dan waktu, pengawasan fungsional, system upah ter-potong diferensial, prinsip pengecualian, kartu instruksi, pembelian dengan spesifikasi, standardisasi pekerjaan, peralatan serta tenaga kerja.

Frank dan Lillian Gilbreth ( 1868 – 1924 dan 1878 – 1972). Frank Gilbreth, seorang pelopor pengembangan studi gerak dan waktu, menciptakan berbagi teknik manajemen yang diilhami Taylor. Dia sangat tertarik terhadap masalah efisiensi, terutama untuk menemukan “Cara terbaik pengerjaan suatu tugas”. Sedangkan Lilian Gilbreth lebih tertarik pada aspek-aspek manusia dalam kerja, seperti seleksi, penempatan dan latihan personalia. Dia mengemukakan gagasannya dalam bukunya yang berjudul The Psychology of Management. Baginya, manajemen ilmiah mempunyai tujuan akhir : membantu para karyawan mencapai seluruh potensinya sebagai makhluk hidup.

Henry L. Gantt (1861-1919). Seperti Taylor, Henry L. Gantt mengemukakan gagasan-gagasan :
1.      Kerjasama yang saling menguntungkan antara tenaga kerja dan manajemen
2.      Seleksi ilmiah tenaga kerja
3.      System intensif untuk merangsang produktifitas
4.      Penggunaan instruksi-instruksi kerja yang terperinci

Kontribusinya yang terbesar adalah penggunaan metode grafik, yang dikenal sebagai “Bagan Gantt, untuk perencanaan, koordinasi dan pengawasan produksi.

Harrington Emerson (1853-1931). Pemborosan dan ketidak-efisienan adalah masalah-masalah yang dilihat Emerson sebagai penyakit system industry. Oleh sebab itu Emerson mengemukakan 12 prinsip-prinsip efisiensi yang sangat terkenal, yaitu :
1.      Tujuan-tujuan yang dirumuskan dengan jelas
2.      Kegiatan yang dilakukan masuk akal
3.      Adanya staf yang cakap
4.      Disiplin
5.      Balas jasa yang adil
6.      Laporan-laporan yang terpercaya, segera, akurat dan ajeg, sistem informasi dan akuntansi.
7.      Pemberian perintah – perencanaan dan pengurutan kerja
8.      Adanya standar-standar dan skedul-skedul – metoda dan waktu setiap kegiatan
9.      Kondisi yang distandardisasi
10.  Operasi yang distandardisasi
11.  Instruksi-instruksi praktis tertulis yang standar
12.  Balas jasa efisiensi – rencana insentif

Keterbatasan manajemen ilmiah
 Setelah “revolusi mental” yang dicanangkan Taylor terjadi dalam praktek, timbul masalah-masalah sebagai keterbatasan penerapan manajemen ilmiah. Kenaikan produktivitas sering tidak diikuti kenaikan pendapatan. Perilaku manusi ayang bermacam-macam menjadi hambatan. Pendekatan “rasional” hanya memuaskan kebutuhan ekonomis dan phsisik, tidak memuaskan kebutuhan-kebutuhan social karyawan. Manajemen ilmiah juga mengabaikan keinginan manusia untuk kepuasan kerja.


TEORI ORGANISASI KLASIK
         Henri Fayol (1841-1925). Henri Fayol, seorang industrialis perancis, mengemukakan teori dan teknik-teknik administrasi sebagai pedoman bagi pengelolaan organisasi-organisasi yang kompleks dalam bukunya yang terkenal, Administration Industrielle et generale. Dalam teori administrasinya Fayol membagi memerinci manajemen menjadi 5 unsur yaitu :
1.      Perencanaan
2.      Pengorganisasian
3.      Pemberian perintah
4.      Pengkoordinasian
5.      Pengawasan

Pembagian kegiatan manajemen (administrasi) atas fungsi-fungsi ini dikenal sebagai fungsionalisme Fayol.
Disamping itu Fayol juga mengemukakan 14 prinsip-prinsip manajemen yang secara ringkas adalah sebagai berikut :

1.      Pembagian Kerja
2.      Wewenang
3.      Disiplin
4.      Kesatuan Perintah
5.      Kesatuan pengarahan
6.      Meletakkan kepentingan perseorangan dibawah kepentingan umum
7.      Balas jasa
8.      Sentralisasi
9.      Rantai scalar
10.   Order
11.   Keadilan
12.  Stabilitas staf organisasi
13.  Inisiatif
14.  Esprit de corps ( semangat Korps)

James D. Mooney. Mooney, eksekutif General Motors, menkategorikan prinsip-prinsip dasar manajemen tertentu. Dia mendefinisikan organisasi sebagai sekelompok, dua atau lebih, orang yang bergabung untuk tujuan tertentu. Menurut Mooney, untuk merancang organsisasi diperhatikan 4 kaidah pasar :
1.      Koordinasi – syarat-syarat adanya koordinasi meliputi wewenang, saling melayani, doktrin dan disiplin
2.      Prinsip scalar
3.      Prinsip fungsionalisme – adanya fungsionalisme bermacam-macam tugas yang berbeda
4.      Prinsip staf

ALIRAN HUBUNGAN MANUSIAWI
   Aliran hubungan manusiawi (perilaku manusia atau neoklasik)  muncul karena ketidakpuasan bahwa yang dikemukakan pendekatan klasik tidak sepenuhnya menghasilkan efisiensi produksi dan keharmonsian kerja. Para manajer masih menghadapi kesulitan-kesulitan dan frustasi karena karyawan tidak selalu mengikuti pola-pola perilaku yang rasional. Beberapa ahli mencoba melengkapi teori organisasi klasik dengan pandangan sosiologi dan pskologi.
Hugo Munsterberg (1863-1916). Sebagai pencetus psikologi industri, Hugo Munsterberg sering disebut “bapak psikologi industri”. Dia mengemukakan bahwa untuk mencapai peningkatan produktifitas dapat dilakukan melalui tiga cara yaitu :
1.      Penemuan best possible person,
2.      Penciptaan best possible work
3.      Penggunaan best possible effect untuk memotivasi karyawan

Elton Mayo ( 1880 – 1949 ) dan percobaan – percobaan Hawthorne. “Hubungan manusiawi” sering digunakan sebagai istilah umum untuk menggambarkan cara dimana manajer berinteraksi dengan bawahannya. Bila “manajemen personalia” mendorong lebih banyak dan lebih baik dalam kerja, hubungan manusiawi dalam organisasi adalah “baik”. Bila moral dan efisiensi memburuk hubungan manusiawi dalam organisasi adalah “buruk”. Untuk menciptakan hubungan manusiawi yang baik, manajer harus mengerti mengapa karyawan bertindak seperti yang mereka lakukan dan faktor-faktor social dan psikologi apa yang memotivasi mereka.

ALIRAN MANAJEMEN MODERN
     Masa manajemen modern berkembang melalui dua jalur yang berbeda. Jalur pertama merupakan pengembangan dari aliran hubungan manusiawi yang dikenal sebagai perilaku organisasi, dan yang lain dibangun atas dasar manajemen ilmiah, dikenal sebagai aliran kuantitatif ( operation research dan management science atau manajemen operasi ).
Perilaku Organisasi
     Perkembangan aliran perilaku organisasi ditandai dengan pandangan dan pendapat baru tentang perilaku manusia dan sistem social. Tokoh – tokoh ini antara lain :
1.      Abraham Maslow yang mengemukakan adanya “hirarki kebutuhan” dalam penjelasannya tentang perilaku manusia dan dinamika proses motivasi.
2.      Douglas McGregor dengan teori X dan Y nya.
3.      Frederick Herzberg yang menguraikan teori motivasi higienis atau teori dua faktor.
4.      Robert Blake dan Jane Mouton yang membahas lima gaya kepemimpinan dengan kisi-kisi manajerial.
5.      Rensis Likert yang telah mengidentifikasi dan melakukan penelitiannya secara ekstensif mengenai empat sistem manajemen, dari sistem 1 : exploitif-otoritatif sampai sistem 4 : partisipatif kelompok.
6.      Fred Fiedler yang menyarankan pendekatan contingency pada studi kepemimpinan.
7.      Chris Argyris yang memandang organisasi sebagai sistem sosial atau sistem antar hubungan budaya.
8.      Edgar Schein yang banyak meneliti dinamika kelompok dalam organisasi, dan lain-lainnya.

Prinsip-prinsip dasar perilaku organisasi
Beberapa prinsip dasar penting yang dapat disimpulkan dari pendapat para tokoh manajemen modern adalah sebagai berikut :
1.      Manajemen tidak dapat dipandang sebagai suatu proses teknik secara ketat (peranan, prosesur, prinsip).
2.      Manajemen harus sistematik, dan pendekatan yang digunakan harus dengan pertimbangan secara hati-hati.
3.      Organisasi sebagai suatu keseluruhan dan pendekatan manajer individual untuk pengawasan harus sesuai dengan situasi.
4.      Pendekatan motivasional yang menghasilkan komitmen pekerja terhadap tujuan organisasi sangat dibutuhkan.
Sebagai tambahan beberapa gagasan yang lebih khusus dari berbagai riset perilaku adalah :
1.      Unsur manusia adalah faktor kunci penentu sukses atau kegagalan pencapaian tujuan organisasi.
2.      Manajer masa kini harus diberi latihan dalam pemahaman prinsip-prinsip dan konsep-konsep manajemen.
3.      Organisasi harus menyediakan iklim yang mendatangkan kesempatan bagi karyawan untuk memuaskan seluruh kebutuhan mereka.
4.      Komitmen dapat dikembangkan melalui partisipasi dan keterlibatan para karyawan.
5.      Pekerjaan setiap karyawan harus disusun yang memungkinkan mereka mencapai kepuasan diri dari pekerjaan tersebut.
6.      Pola-pola pengawasan dan manajemen pengawasan harus dibangun atas dasar pengertian positif yang menyeluruh mengenai karyawan dan reaksi mereka terhadap pekerjaan. 

Aliran Kuantitatif
         Aliran kuantitatif ditandai dengan berkembangnya team –team riset operasi  (operation research) dalam pemecahan masalah-masalah industry, yang didasarkan atas sukses team-team riset operasi Inggris dalam perang Dunia ke II. Sejalan dengan semakin kompleksnya computer elektronik, transportasi dan komunikasi, dan sebagainya, teknik-teknik riset operasi menjadi semakin penting sebagai dasar rasional untuk pembuatan keputusan. Prosedur-prsedur riset operasi tersebut kemudian diformalisasikan dan disebut sebagai aliran management science.
Teknik-teknik management science digunakan dalam banyak kegiatan seperti penganggaran modal, manajemen aliran kas, scheduling produksi, pengembangan strategi produk, perencanaan program pengembangan sumber daya manusia, penjagaan tingkat persediaan yang optimal dan sebagainya.
Langkah – langkah pendekatan management science biasanya adalah sebagai berikut :
1.      Perumusan masalah
2.      Penyusunan suatu model matematis
3.      Mendapatkan penyelesaian dari model
4.      Pengujian model dan hasil yang didapatkan dari model
5.      Penetapan pengawasan atas hasil-hasil
6.      Pelaksanaan hasil dalam kegiatan implementasi




PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN DI MASA MENDATANG
   Ada lima kemungkinan arah perkembangan teori manajemen selanjutnya di masa mendatang yaitu :
1.      Dominan. Salah satu dari aliran utama dapat muncul sebagai yang paling berguna.
2.      Divergence. Setiap aliran berkembang melalui jalurnya sendiri.
3.      Convergence. Aliran-aliran dapat menjadi sepaham dengan batasan-batasan di antara mereka cenderung kabur.
4.      Sintesa. Masing-masing aliran berintegrasi.
5.      Proliferation. Akhirnya ada kemungkinan muncul lebih banyak aliran lago. Hal ini tampak pada artikel “The Management Theory Jungle”, dimana Harold Koontz melihat ada enam aliran utama dari teori manajemen. Waren Haynes dan Joseph L. Massie dalam bukunya Management analysis : Consept and cases, membedakan eman aliran teori manajemen, yaitu :
1.      Aliran Akuntansi Manajerial
2.      Aliran Ekonomi Manajerial
3.      Aliran thesis organisasi
4.      Aliran hubungan manusiawi dan perilaku manusia
5.      Aliran kuantitatif (matematika dan statistik)
6.      Aliran teknik industry
John G. Hutchinson dalam bukunya Management Strategy and Tactics, juga membagi aliran pemikitan manajemen menjadi enam, yaitu :
1.      Aliran operasional atau proses manajemen
2.      Aliran empiric atau kasus
3.      Aliran perilaku manusia
4.      Aliran sistem social
5.      Aliran teori keputusan
6.      Aliran matematik
Tetapi bagaimanapun juga pendekatan-pendekatan  baru tersebut belum menjadi suatu aliran baru, hanya lebih merupakan pembicaraan khusus dari serangkaian masalah. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar